CoReTan FurKoN

Be Yourself

List lagu musik melawan galaw

sudah 2 hari ini gw galaw, semua rasanya gak ada semangat-semangatnya. Rasanya tuh gak nafsu makan, sampe males ngapa-ngapain. pagi ini gw dapet kata2 motivasi dari seseorang “HIDUP INI KERAS JADI HARUS DI SIKAPI SECARA DEWASA, JANGAN CENGENG” . Yah walau semua juga butuh waktu apalagi baru 2 hari ditinggal sang kekasih hati . Jadi sadarlah ana klo gw harus melanjutkan hidup.

Kemaren gw sempet buat postingan mengenai tentang penyakit cinta. Entah yang namanya sakit hati, patah hati, yang nantinya klo tidak di sembuhkan bakalan bisa merusak hidup. Yah mungkin karena emang belum ada mood baik untuk menulis gw cuma mau share beberapa lagu yang bisa membangkitkan semangat buat yang lagi galaw, termasuk gw sudah masuk playlist dalam aplikasi musik gw. Berikut adalah beberapa lagu yang kudu kalian dengerin daripada dengerin lagu-lagu galaw yang cuma buat semangat hilang:

1. Abay Motivasinger – Halaqah cinta

ini lagu yang di rekomendasikan sama salah satu sahabat gw , Baity . Dia selalu ngasih motivasi ke gw klo gw lagi galaw , sampe ngamuk2 klo gak di download. ahahahha

2. Anandito Dwis – Mencintai kehilangan

Ini lagu cocok banget sama orang yang lagi galaw untuk selalu mengingat-Nya.

Takdir yang Kau beri menguji hatiku

Rasa menyesakkan kehilangan ini

Tangis yang kau beri membuka mataku

Bahwa cinta yang sebenarnya cinta hanya ada 1

Karena karena kehilangan ini

Ku mampu mendekat kepada-Mu

3. All Finalis A Mild Live Wanted – Jalan Masih Panjang

ini juga salah satu lagi yang bagus didenger karena liriknya mengandung motivasi.

4. Goliath Band – Mestakung

Demikianlah beberapa lagu yang kudu kalian dengerin klo lagi galaw, emang sih masih banyak lagu2 melawan rasa galaw. tapi ya setidaknya bisa merekomendasikan kalian buat mengoleksi beberapa lagu diatas. Makasih buat Baity yang selalu support melalui motivasi saat gw lagi terpuruk, makasih juga buat Nurma , Nirum, sama Yadi yang selalu menghibur gw saat gw lagi butuh temen.

Oktober 7, 2015 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Al-‘isyq (penyakit cinta)

yah entah mau buat muqoddimah apa untuk tulisan ini, gak ada hal2 spesial yang bikin mood jadi lebih baik. Saat kita terkena penyakit hati yang namanya al-‘isyq (penyakit cinta), patah hati, kecewa dan merasa di khianati.
mungkin saat ini itulah yang ana rasakan , saat udah nawaitu nya udah mantep tiba2 ada aja halangan yang merintangi hingga tidak bisa bersama lagi dengan pujaan hati. Memikirkannya aja cuma bikin males ngapa2in, bahkan sampe males makan , bodrek dalam 1 waktu udah habis 3 karena rasa pusing gak hilang-hilang.

Tapi semua harus berubah ana laki-laki yang harus hidup demi masa depan, banyak motivasi dari temen-temen, dari website , yang menganjurkan agar menjauhi yang namanya al-‘isyq ,
ada bebrapa hal yang harus kita jalani, baik dengan kesabaran ataupun dengan perbuatan. Ini adalah sebagian hal2 yang harus kita lakukan dalam memerangi al-‘isyq , diantaranya:

  1. Ikhlas kepada Allah SWT
    Yang namanya ikhlas itu gampang banget diucapkan, tapi dalam prakteknya sangat sulit dilakukan. Sedikit saja ngeliat hal2 yang berhubungan dengan nya langsung galaw dll. Tapi ana percaya klo dia emang jodoh ana , suatu saat nanti dia bakal kembali ke ana. dan percayalah dengan keikhlasan pertolongan dari Allah SWT akan datang.
  2. Berdoa
    Berdoa secara tulus, merendahkan diri kepada Allah SWT, ikhlas dan memohon agar dihilangkan serta disembuhkan dari penyakit ini. Yah mungkin dalam berdoa diawali dengan sholat malam yaitu dimulai dari sholat taubat (memohon ampun agar segala kesalahan2 kita diampuni oleh Allah SWT) , kemudian sholat Tahajjut (faedahnya untuk masalah ini terutama untuk membuat hati merasa aman, tentram , dilindungi dari iri , dengki dan penyakit hati lainnya), kemudian dilanjutkan dengan sholat hajat (kita minta kepada Allah SWT agar di kabulkan segala hajat2 yang kita punya, dan meminta di lapangkan hati , bahkan bisa minta di cepatkan jodoh kita) dan serta sholat istikharah ( kita minta di berikan petunjuk untuk memecahkan masalah kita dalam hal ini al-‘isyq (penyakit cinta)). baru lah kita berdoa sebisa mungkin apa yang kita mau kita doakan saja.
  3. Menahan Pandangan
    Mungkin menahan pandangan ini bisa di maksudkan agar menahan pandangan yang bisa mengingatkan kita tentang hal2 yang lalu2 dengan doi
  4. Banyak berfikir dan berzikir
    Banyak merenungi ini adalah sebuah penyakit, harus dihilangkan karena bisa membuat malas dan gak nafsu makan. Perbanyak istighfar lebih baik
  5. menyibukkan hal2 yang bermanfaat
    Jangan terlalu menyendiri, bisa melakuan hobi2 yang kita sukai , bekerja, cari nafkah bagi yang sudah bekerja atau lainnya sehingga dapat menghilangkan bayaang2 dari doi
  6. Menengok orang sakit, mengiringi jenazah, menziarahi kubur, melihat orang mati, berpikir tentang kematian dan kehidupan setelahnya.
    Kelezatan dunia yang semu bisa remuk redam dengan meningat kematian, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ

    “Perbanyaklah mengingat penghancur kelezatan, yakni kematian” (HR. Imam Empat kecuali Abu Daud)

  7. .Senantiasa menghadiri majelis ilmu, duduk bersama orang-orang zuhud dan mendengar kisah-kisah orang shalih.
    Majelis ilmu adalah tempat me-recharge iman setelah baterainya habis termakan oleh buaian berbuah tak nyata. Kumpulan orang-orang yang sholih adalah tempat istirahatnya hati dari kesibukan menangkal fitnah dan makar dunia.

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

    “Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu rumah Allah, mereka membacakan kitabullah dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketenangan, dan rahmat menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka dan Allah memuji mereka di hadapan makhluk yang ada didekatnya”. [HR. Muslim nomor 6793]

  8. Bersabar, karena perjuangan melepas belenggu al-’isyq sangat menuntut kesabaran.

    Jika bersabar dengan sebenar-benarnya akan mendapatkan pahala yang tak terkira, Allah ‘Azza wa jalla berfirman,

    إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

     

    “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar sajalah yang akan dipenuhi ganjaran mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

  9. Yakin bahwa Allah akan memberi ganti lebih baik

    Salah satu kekhawatiran adalah apakah ia bisa dapat yang seperti ini kelak. benih cinta ini yang sulit semai. Tebing asmara ini yang sudah susah payah didaki. Lika-liku kasih yang berat dilewati. Istana sayang yang dibangun  bersama. Apaka itu semua akan ditinggal dan roboh begitu saja?. Jawabannya adalah, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Istana itu dibangun diatas pondasi kemaksiatan kepada Allah. Tampak megah dan tegar tapi hakikatnya lemah tak bertumpu bagai tiang penyangga yang bersandar kepada temboknya.

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    نَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

    Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik bagimu.” (HR. Ahmad 5/363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shohih)

Yah mungkin inilah hal2 yang kiranya bisa menghilangkan penyakit Al-‘isyq (penyakit cinta), patah hati dll

Oktober 6, 2015 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Rooting Galaksi Tab 2 GT-P3100 Android 4.1.2 Gingerbread

لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Malem ini gw tidur masih sore, biasanya sih antara jam 12 malem belom tidur …
yah emang kondisi cape banget karena beraktifitas setelah seharian bekerja mencari duid buat beli nasi padang sisanya sih kepengennya buat beli pajero sport hehehehhehehe 😛

Nah sekitaran jam 2 malem entah knapa gw terbangun dan kayaknya mata seger bener …

wah alamat gak tidur lagi dah nih

ya udah deh setelah sholat sunah, iseng2 ngeliatin galaksi tab kesayangan (maklum cuma satu satunya aahahahhaha)

iseng2 gw browsing deh, sambil download ceramah2 Kyai favorit gw yaitu Alm. KH. Zainuddin MZ, pas buka2 salah satu webnya ternyata ada tutorial cara rooting samsung galaksi tab 2…
dalam hati mah “wah lumayan nih, dah lama kaga di root nih tab”

langsung aja dah ane kasih tau cara2 nya (yah walaupun udah banyak tutorial rooting yang beredar di dunia maya)
itung2 nambah2 postingan gw di blog ini ahahhahahahhahaha…..

Tools-tools yang dibutuhkan adalah
1. ODIN 3.07 bisa di download disini
2. Driver Samsung Galaksi Tab 2 (gw usulin pake kies aja dah yang dari samsungnya langsung) Download disini
3. Rootingnya pake CF-AutoRoot bisa di download disini

owh iya gw pake metode melalui komputer, berhubung belom nemuin yang pake CWM atau sebagainya, tapi gpp kan mau bagaimana cara nya yang penting kan hasil nya.   Yaaa nggaaak heheheheh 😀

1. yang pertama adalah instalasi kies untuk driver nya ….

(gw anggep semua dah pada paham dah cara instal nya) heheheh

root1

maaf klo gambarnya agak burem, harap maklum males ngeditnya efek lom tidur lagi hehehehe

nah klo udah diinstall diclose juga gpp tuh kies nya soalnya yang dibutuhin kan cuma drivernya doang …..

lanjut ke 2..

2. Turn Off/matikan Galaksi Tab nya , trus masuk ke Download mode
Caranya pencet tombol power sama volume down secara bersamaan
nah nanti klo ada tulisan continue pencet aja volume up nya
nah gambarnya kira2 sampe keluar kayak gini
root 4

setelah keluar gambar andro nya colokin dah pake kabel data ke komputer

3. Jalankan ODIN 3.07
root2

nah setelah di jalanin odinnya maka ID.Com dengan nomor (kotak kiri atas) akan berwarna biru klo tersambung perangkatnya dengan komputer (ada yang warnanya ijo ada yang warnanya biru, gw juga gak tau knapa tapi efeknya sama aja di tab gw), dan di kolom message akan tampil “Added”.

4. Masukkan CF-AutoRoot
Extrak file CF-AutoRoot nya, kemudian KLIK PDA  nanti akan di browse ke file extrak nya berada  …
pilih file “CF-Auto-Root-espressorf-espressorfxx-gtp3100.tar.md5″.

kemudian pilih Start dan tunggu sampai selesai
dan ngereset hape dan diatas ID.Com nya akan warna hijau

Selesai deh ….
Hoaaammmmm…
ngantuk banget rasanya
sampe postingan juga males di edit lagi yang penting ngeposting aja …..
tadinya sih mau di pakein screenshoot sendiri tapi berhubung mata udah 5 watt jadi gambar ke2 dan seterusnya download dari internet

Owh iya
“RESIKO DITANGGUNG MASING2 YA…!!!”
hape gw sih bisa pake cara diatas , tapi klo hape anda sampe error gw gak tanggung jawab
Sekian dan Terimakasih

Wassalammualaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh
dah kayak wendy aja di sinetron RCTI yang bawa2 cimot

September 12, 2014 Posted by | Uncategorized | | Tinggalkan komentar

Kewajiban Menutup Aurat

Kewajiban Menutup Aurat

 

Definisi Aurat 

Menurut pengertian bahasa (literal), aurat adalah al-nuqshaan wa al-syai’ al-mustaqabbih (kekurangan dan sesuatu yang mendatangkan celaan). Diantara bentuk pecahan katanya adalah ‘awara`, yang bermakna qabiih (tercela); yakni aurat manusia dan semua yang bisa menyebabkan rasa malu. Disebut aurat, karena tercela bila terlihat (ditampakkan).

 
 Imam al-Raziy, dalam kamus Mukhtaar al-Shihaah hal 461, menyatakan, “‘al-aurat: sau`atu al-insaan wa kullu maa yustahyaa minhu (aurat adalah aurat manusia dan semua hal yang menyebabkan malu.”

Dalam Syarah Sunan Ibnu Majah juz 1/276, disebutkan, bahwa aurat adalah kullu maa yastahyii minhu wa yasuu`u shahibahu in yura minhu (setiap yang menyebabkan malu, dan membawa aib bagi pemiliknya jika terlihat)”.

Imam Syarbiniy dalam kitab Mughniy al-Muhtaaj, berkata,” Secara literal, aurat bermakna al-nuqshaan (kekurangan) wa al-syai`u al-mustaqbihu (sesuatu yang menyebabkan celaan).Disebut seperti itu, karena ia akan menyebabkan celaan jika terlihat.“

Dalam kamus Lisaan al-’Arab juz 4/616, disebutkan, “Kullu ‘aib wa khalal fi syai’ fahuwa ‘aurat (setiap aib dan cacat cela pada sesuatu disebut dengan aurat). Wa syai` mu’wirun au ‘awirun: laa haafidza lahu (sesuatu itu tidak memiliki penjaga (penahan)).”

Imam Syaukani, di dalam kitab Fath al-Qadiir, menyatakan; “Makna asal dari aurat adalah al-khalal (aib, cela, cacat). Setelah itu, makna aurat lebih lebih banyak digunakan untuk mengungkapkan aib yang terjadi pada sesuatu yang seharusnya dijaga dan ditutup, yakni tiga waktu ketika penutup dibuka. Al-A’masy membacanya dengan huruf wawu difathah; ‘awaraat. Bacaan seperti ini berasal dari bahasa suku Hudzail dan Tamim.”

Batasan Aurat bagi Wanita : 

Batasan Aurat Menurut Madzhab Syafi’iy

Di dalam kitab al-Muhadzdzab juz 1/64, Imam al-Syiraaziy berkata; “Hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khuduriy, bahwasanya Nabi saw bersabda, “Aurat laki-laki adalah antara pusat dan lutut. Sedangkan aurat wanita adalah seluruh badannya, kecuali muka dan kedua telapak tangan.” 

 Mohammad bin Ahmad al-Syasyiy, dalam kitab Haliyat al-’Ulama berkata; “.. Sedangkan aurat wanita adalah seluruh badan, kecuali muka dan kedua telapak tangan.” 

Al-Haitsamiy, dalam kitab Manhaj al-Qawiim juz 1/232, berkata; “..Sedangkan aurat wanita merdeka, masih kecil maupun dewasa, baik ketika sholat, berhadapan dengan laki-laki asing (non mahram) walaupun di luarnya, adalah seluruh badan kecuali muka dan kedua telapak tangan.” 

Dalam kitab al-Umm juz 1/89 dinyatakan; ” ….Aurat perempuan adalah seluruh badannya, kecuali muka dan kedua telapak tangan.” 

 Al-Dimyathiy, dalam kitab I’aanat al-Thaalibiin, menyatakan; “..aurat wanita adalah seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan”. 

 Di dalam kitab Mughniy al-Muhtaaj, juz 1/185, Imam Syarbiniy menyatakan; ” …Sedangkan aurat wanita adalah seluruh tubuh selain wajah dan kedua telapak tangan…” 

Batasan Aurat Menurut Madzhab Hanbaliy

 Di dalam kitab al-Mubadda’, Abu Ishaq menyatakan; “Aurat laki-laki dan budak perempuan adalah antara pusat dan lutut. Hanya saja, jika warna kulitnya yang putih dan merah masih kelihatan, maka ia tidak disebut menutup aurat. Namun, jika warna kulitnya tertutup, walaupun bentuk tubuhnya masih kelihatan, maka sholatnya sah. Sedangkan aurat wanita merdeka adalah seluruh tubuh, hingga kukunya. Ibnu Hubairah menyatakan, bahwa inilah pendapat yang masyhur. Al-Qadliy berkata, ini adalah pendapat Imam Ahmad; berdasarkan sabda Rasulullah, “Seluruh badan wanita adalah aurat” [HR. Turmudziy, hasan shahih]….Dalam madzhab ini tidak ada perselisihan bolehnya wanita membuka wajahnya di dalam sholat, seperti yang telah disebutkan. di dalam kitab al-Mughniy, dan lain-lainnya.”[1]

Di dalam kitab al-Mughniy, juz 1/349, Ibnu Qudamah menyatakan, bahwa ” Mayoritas ulama sepakat bahwa seorang wanita boleh membuka wajah dan mereka juga sepakat; seorang wanita mesti mengenakan kerudung yang menutupi kepalanya. Jika seorang wanita sholat, sedangkan kepalanya terbuka, ia wajib mengulangi sholatnya….Abu Hanifah berpendapat, bahwa kedua mata kaki bukanlah termasuk aurat..Imam Malik, Auza’iy, dan Syafi’iy berpendirian; seluruh tubuh wanita adalah aurat, kecuali muka dan kedua telapak tangan. Selain keduanya (muka dan telapak tangan) wajib untuk ditutup ketika hendak mengerjakan sholat…” 

Di dalam kitab al-Furuu juz 1/285′, karya salah seorang ulama Hanbaliy, dituturkan sebagai berikut; “Seluruh tubuh wanita merdeka adalah aurat kecuali muka, dan kedua telapak tangan –ini dipilih oleh mayoritas ulama…..”

Batasan Aurat Menurut Madzhab Malikiy 

Dalam kitab Kifayaat al-Thaalib juz 1/215, Abu al-Hasan al-Malikiy menyatakan, “Aurat wanita merdeka adalah seluruh tubuh, kecuali muka dan kedua telapak tangan..”. 

 Dalam Hasyiyah Dasuqiy juz 1/215, dinyatakan, “Walhasil, aurat haram untuk dilihat meskipun tidak dinikmati. Ini jika aurat tersebut tidak tertutup. Adapun jika aurat tersebut tertutup, maka boleh melihatnya. Ini berbeda dengan menyentuh di atas kain penutup; hal ini (menyentuh aurat yang tertutup) tidak boleh jika kain itu bersambung (melekat) dengan auratnya, namun jika kain itu terpisah dari auratnya, …sedangkan aurat wanita muslimah adalah selain wajah dan kedua telapak tangan…” 

Dalam kitab Syarah al-Zarqaaniy, disebutkan, “Yang demikian itu diperbolehkan.Sebab, aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan…” 

 Mohammad bin Yusuf, dalam kitab al-Taaj wa al-Ikliil, berkata, “….Aurat budak perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan dan tempat kerudung (kepala)…Untuk seorang wanita, boleh ia menampakkan kepada wanita lain sebagaimana ia boleh menampakkannya kepada laki-laki –menurut Ibnu Rusyd, tidak ada perbedaan pendapat dalam hal ini-, wajah dan kedua telapak tangan..” 

Batasan Aurat Menurut Madzhab Hanafiy 

Abu al-Husain, dalam kitab al-Hidayah Syarh al-Bidaayah mengatakan; “Adapun aurat laki-laki adalah antara pusat dan lututnya…ada pula yang meriwayatkan bahwa selain pusat hingga mencapai lututnya. Dengan demikian, pusat bukanlah termasuk aurat.Berbeda dengan apa yang dinyatakan oleh Imam Syafi’iy ra, lutut termasuk aurat. Sedangkan seluruh tubuh wanita merdeka adalah aurat kecuali muka dan kedua telapak tangan…”[2]

Dalam kitab Badaai’ al-Shanaai’ disebutkan; “Oleh karena itu, menurut madzhab kami, lutut termasuk aurat, sedangkan pusat tidak termasuk aurat. Ini berbeda dengan pendapat Imam Syafi’iy. Yang benar adalah pendapat kami, berdasarkan sabda Rasulullah saw, “Apa yang ada di bawah pusat dan lutut adalah aurat.” Ini menunjukkan bahwa lutut termasuk aurat.”[3]


Aurat Wanita

Seluruh Tubuh Selain Muka dan Kedua Telapak Tangan 

Jumhur ‘ulama bersepakat; aurat wanita meliputi seluruh tubuh, kecuali muka dan kedua telapak tangan.

Dalilnya adalah firman Allah swt:

 وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَائِهِنَّ أَوْ ءَابَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”[al-Nuur:31]


Menurut Imam Thabariy dalam Tafsir al-Thabariy, juz 18/118, makna yang lebih tepat untuk “perhiasan yang biasa tampak” adalah muka dan telapak tangan. Keduanya bukanlah aurat, dan boleh ditampakkan di kehidupan umum. Sedangkan selain muka dan telapak tangan adalah aurat, dan tidak boleh ditampakkan kepada laki-laki asing, kecuali suami dan mahram. Penafsiran semacam ini didasarkan pada sebuah riwayat shahih; Aisyah ra telah menceritakan, bahwa Asma binti Abu Bakar masuk ke ruangan wanita dengan berpakaian tipis, maka Rasulullah saw. pun berpaling seraya berkata;

 يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتْ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلَّا هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ

“Wahai Asma’ sesungguhnya perempuan itu jika telah baligh tidak pantas menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini, sambil menunjuk telapak tangan dan wajahnya.”[HR. Muslim]

Imam Qurthubiy Tafsir Qurthubiy, juz 12/229; Imam Al-Suyuthiy, Durr al-Mantsuur, juz 6/178-182; Zaad al-Masiir, juz 6/30-32; menyatakan, bahwa ayat di atas merupakan perintah dari Allah swt kepada wanita Mukminat agar tidak menampakkan perhiasannya kepada para laki-laki penglihat, kecuali hal-hal yang dikecualikan bagi para laki-laki penglihat. Selanjutnya, Allah swt mengecualikan perhiasan-perhiasan yang boleh dilihat oleh laki-laki penglihat, pada frase selanjutnya. Hanya saja, para ulama berbeda pendapat mengenai batasan perhiasan yang boleh ditampakkan oleh wanita. Ibnu Mas’ud mengatakan, bahwa maksud frase “illa ma dzahara minha” adalah dzaahir al-ziinah” (perhiasan dzahir), yakni baju. Sedangkan menurut Ibnu Jabir adalah baju dan wajah. Sa’id bin Jabiir, ‘Atha’ dan Auza’iy berpendapat; muka, kedua telapak tangan, dan baju.

Menurut Imam al-Nasafiy, yang dimaksud dengan “al-ziinah” (perhiasan) adalah semua yang digunakan oleh wanita untuk berhias, misalnya, cincin, kalung, gelang, dan sebagainya.Sedangkan yang dimaksud dengan “al-ziinah” (perhiasan) di sini adalah “mawaadli’ al-ziinah” (tempat menaruh perhiasan). Artinya, maksud dari ayat di atas adalah “janganlah kalian menampakkan anggota tubuh yang biasa digunakan untuk menaruh perhiasan, kecuali yang biasa tampak; yakni muka, kedua telapak tangan, dan dua mata kaki”[4].

Syarat-syarat Menutup Aurat 

Menutup aurat harus dilakukan hingga warna kulitnya tertutup. Seseorang tidak bisa dikatakan melakukan “satru al-’aurat” (menutup aurat) jika auratnya sekedar ditutup dengan kain atau sesuatu yang tipis hingga warna kulitnya masih tampak kehilatan. Dalil yang menunjukkan ketentuan ini adalah sebuah hadits yang diriwayatkan dari ‘Aisyah ra, ra bahwasanya Asma’ binti Abubakar telah masuk ke ruangan Nabi saw dengan berpakaian tipis/transparan, lalu Rasulullah saw. berpaling seraya bersabda, “Wahai Asma sesungguhnya seorang wanita itu apabila telah baligh (haidl) tidak pantas baginya untuk menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini.” 

 Dalam hadits ini, Rasulullah saw. menganggap bahwa Asma’ belum menutup auratnya, meskipun Asma telah menutup auratnya dengan kain transparan. Oleh karena itu lalu Nabi saw berpaling seraya memerintahkannya menutupi auratnya, yaitu mengenakan pakaian yang dapat menutupi .Dalil lain yang menunjukkan masalah ini adalah hadits riwayat Usamah, bahwasanya ia ditanyai oleh Nabi saw tentang kain tipis. Usamah menjawab, bahwasanya ia telah mengenakannya terhadap isterinya, maka Rasulullah saw. bersabda kepadanya:

“Suruhlah isterimu melilitkan di bagian dalam kain tipis, karena sesungguhnya aku khawatir kalau-kalau nampak lekuk tubuhnya.” 

Qabtiyah dalam lafadz di atas adalah sehelai kain tipis. Oleh karena itu tatkala Rasulullah saw. mengetahui bahwa¬sanya Usamah mengenakan kepada isterinya kain tipis, beliau memerintahkan agar kain itu dikenakan pada bagian dalam kain supaya tidak kelihatan warna kulitnya. Beliau bersabda,”Suruhlah ister¬imu melilitkan di bagian dalamnya kain tipis.” Kedua hadits ini menunjukkan dengan sangat jelas, bahwasanya aurat harus ditutup dengan sesuatu, hingga warna kulitnya tidak tampak.

Khimar (Kerudung) dan Jilbab; Busana Wanita Di Luar Rumah 

 

 Selain memerintahkan wanita untuk menutup auratnya, syariat Islam juga mewajibkan wanita untuk mengenakan busana khusus ketika hendak keluar rumah. Sebab, Islam telah mensyariatkan pakaian tertentu yang harus dikenakan wanita ketika berada depan khalayak umum. Kewajiban wanita mengenakan busana Islamiy ketika keluar rumah merupakan kewajiban tersendiri yang terpisah dari kewajiban menutup aurat. Dengan kata lain, kewajiban menutup aurat adalah satu sisi, sedangkan kewajiban mengenakan busana Islamiy (jilbab dan khimar) adalah kewajiban di sisi yang lain. Dua kewajiban ini tidak boleh dicampuradukkan, sehingga muncul persepsi yang salah terhadap keduanya.

Dalam konteks “menutup aurat” (satru al-’aurat), syariat Islam tidak mensyaratkan bentuk pakaian tertentu, atau bahan tertentu untuk dijadikan sebagai penutup aurat. Syariat hanya mensyaratkan agar sesuatu yang dijadikan penutup aurat, harus mampu menutupi warna kulit.Oleh karena itu, seorang wanita Muslim boleh saja mengenakan pakaian dengan model apapun, semampang bisa menutupi auratnya secara sempurna. Hanya saja, ketika ia hendak keluar dari rumah, ia tidak boleh pergi dengan pakaian sembarang, walaupun pakaian itu bisa menutupi auratnya dengan sempurna. Akan tetapi, ia wajib mengenakan khimar (kerudung) dan jilbab yang dikenakan di atas pakaian biasanya. Sebab, syariat telah menetapkan jilbab dan khimar sebagai busana Islamiy yang wajib dikenakan seorang wanita Muslim ketika berada di luar rumah, atau berada di kehidupan umum.

Walhasil, walaupun seorang wanita telah menutup auratnya, yakni menutup seluruh tubuhnya, kecuali muka dan kedua telapak tangan, ia tetap tidak boleh keluar keluar dari rumah sebelum mengenakan khimar dan jilbab.

Perintah Mengenakan Khimar 

Pakaian yang telah ditetapkan oleh syariat Islam bagi wanita ketika ia keluar di kehidupan umum adalah khimar dan jilbab. Dalil yang menunjukkan perintah ini adalah firman Allah swt;

 وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

“Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya..”[al-Nuur:31] 

Ayat ini berisi perintah dari Allah swt agar wanita mengenakan khimar (kerudung), yang bisa menutup kepala, leher, dan dada.

Imam Ibnu Mandzur di dalam kitab Lisaan al-’Arab menuturkan; al-khimaar li al-mar`ah : al-nashiif (khimar bagi perempuan adalah al-nashiif (penutup kepala). Ada pula yang menyatakan; khimaar adalah kain penutup yang digunakan wanita untuk menutup kepalanya. Bentuk pluralnya adalah akhmirah, khumr atau khumur. [5] 

Khimar (kerudung) adalah ghitha’ al-ra’si ‘ala shudur (penutup kepala hingga mencapai dada), agar leher dan dadanya tidak tampak.[6]

Dalam Kitab al-Tibyaan fi Tafsiir Ghariib al-Quran dinyatakan; “Khumurihinna, bentuk jamak (plural) dari khimaar, yang bermakna al-miqna’ (penutup kepala). Dinamakan seperti itu karena, kepala ditutup dengannya (khimar)..”[7] 

Ibnu al-’Arabiy di dalam kitab Ahkaam al-Quran menyatakan, “Jaib” adalah kerah baju, dan khimar adalah penutup kepala . Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari ‘Aisyah ra, bahwasanya ia berkata, “Semoga Allah mengasihi wanita-wanita Muhajir yang pertama. Ketika diturunkan firman Allah swt “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung mereka ke dada mereka”, mereka membelah kain selendang mereka”. Di dalam riwayat yang lain disebutkan, “Mereka membelah kain mereka, lalu berkerudung dengan kain itu, seakan-akan siapa saja yang memiliki selendang, dia akan membelahnya selendangnya, dan siapa saja yang mempunyai kain, ia akan membelah kainnya.” Ini menunjukkan, bahwa leher dan dada ditutupi dengan kain yang mereka miliki.”[8] 

Di dalam kitab Fath al-Baariy, al-Hafidz Ibnu Hajar menyatakan, “Adapun yang dimaksud dengan frase “fakhtamarna bihaa” (lalu mereka berkerudung dengan kain itu), adalah para wanita itu meletakkan kerudung di atas kepalanya, kemudian menjulurkannya dari samping kanan ke pundak kiri. Itulah yang disebut dengan taqannu’ (berkerudung). Al-Farra’ berkata,”Pada masa jahiliyyah, wanita mengulurkan kerudungnya dari belakang dan membuka bagian depannya. Setelah itu, mereka diperintahkan untuk menutupinya. Khimar (kerudung) bagi wanita mirip dengan ‘imamah (sorban) bagi laki-laki.” [9] Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir menyatakan; “Khumur adalah bentuk jamak (plural) dari khimaar; yakni apa-apa yang bisa menutupi kepala.Khimaar kadang-kadang disebut oleh masyarakat dengan kerudung (al-miqaana’), Sa’id bin Jabir berkata, “wal yadlribna : walyasydadna bi khumurihinna ‘ala juyuubihinna, ya’ni ‘ala al-nahr wa al-shadr, fa laa yara syai` minhu (walyadlribna : ulurkanlah kerudung-kerudung mereka di atas kerah mereka, yakni di atas leher dan dada mereka, sehingga tidak terlihat apapun darinya).”[10]

Imam Syaukaniy dalam Fath al-Qadiir, berkata; “Khumur adalah bentuk plural dari khimar; yakni apa-apa yang digunakan penutup kepala oleh seorang wanita..al-Juyuub adalah bentuk jamak dari jaib yang bermakna al-qath’u min dur’u wa al-qamiish (kerah baju)..Para ahli tafsir mengatakan; dahulu, wanita-wanita jahiliyyah menutupkan kerudungnya ke belakang, sedangkan kerah baju mereka bagian depan terlalu lebar (luas), hingga akhirnya, leher dan kalung mereka terlihat. Setelah itu, mereka diperintahkan untuk mengulurkan kain kerudung mereka di atas dada mereka untuk menutup apa yang selama ini tampak”.[11]

Dalam kitab Zaad al-Masiir, dituturkan; “Khumur adalah bentuk jamak dari khimar, yakni maa tughthiy bihi al-mar`atu ra`sahaa (apa-apa yang digunakan wanita untuk menutupi kepalanya). Makna ayat ini (al-Nuur:31) adalah hendaknya para wanita itu menjulurkan kerudungnya (al-miqna’) di atas dada mereka; yang dengan itu, mereka bisa menutupi rambut, anting-anting, dan leher mereka.”[12] 

Perintah Mengenakan Jilbab

Adapun kewajiban mengenakan jilbab bagi wanita Mukminat dijelaskan di dalam surat al-Ahzab ayat 59. Allah swt berfirman :

 يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا 

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”.[al-Ahzab:59] 

Ayat ini merupakan perintah yang sangat jelas kepada wanita-wanita Mukminat untuk mengenakan jilbab. Adapun yang dimaksud dengan jilbab adalah milhafah (baju kurung) danmula’ah (kain panjang yang tidak berjahit). Di dalam kamus al-Muhith dinyatakan, bahwa jilbab itu seperti sirdaab (terowongan) atau sinmaar (lorong), yakni baju atau pakaian longgar bagi wanita selain baju kurung atau kain apa saja yang dapat menutup pakaian kesehariannya seperti halnya baju kurung.”[Kamus al-Muhith]

Sedangkan dalam kamus al-Shahhah, al-Jauhari mengatakan, “jilbab adalah kain panjang dan longgar (milhafah) yang sering disebut dengan mula’ah (baju kurung).”[Kamus al-Shahhah, al-Jauhariy]

Di dalam kamus Lisaan al-’Arab dituturkan; al-jilbab ; al-qamish (baju); wa al-jilbaab tsaub awsaa’ min al-khimaar duuna ridaa’ tughthi bihi al-mar`ah ra’sahaa wa shadrahaa (baju yang lebih luas daripada khimar, namun berbeda dengan ridaa’, yang dikenakan wanita untuk menutupi kepala dan dadanya.” Ada pula yang mengatakan al-jilbaab: tsaub al-waasi’ duuna milhafah talbasuhaa al-mar`ah (pakaian luas yang berbeda dengan baju kurung, yang dikenakan wanita). Ada pula yang menyatakan; al-jilbaab : al-milhafah (baju kurung).[13] 

Al-Zamakhsyariy, dalam tafsir al-Kasysyaf menyatakan, “Jilbab adalah pakaian luas, dan lebih luas daripada kerudung, namun lebih sempit daripada rida’ (juba).[14] 

Imam Qurthubiy di dalam Tafsir Qurthubiy menyatakan, “Jilbaab adalah tsaub al-akbar min al-khimaar (pakaian yang lebih besar daripada kerudung). Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas dan Ibnu Mas’ud, jilbaab adalah ridaa’ (jubah atau mantel). Ada pula yang menyatakan ia adalah al-qanaa’ (kerudung). Yang benar, jilbab adalah tsaub yasturu jamii’ al-badan (pakaian yang menutupi seluruh badan). Di dalam shahih Muslim diriwayatkan sebuah hadits dari Ummu ‘Athiyyah, bahwasanya ia berkata, “Ya Rasulullah , salah seorang wanita diantara kami tidak memiliki jilbab. Nabi menjawab,”Hendaknya, saudaranya meminjamkan jilbab untuknya”.[15] 

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, Imam Ibnu Katsir menyatakan, “al-jilbaab huwa al-ridaa` fauq al-khimaar (jubah yang dikenakan di atas kerudung). Ibnu Mas’ud, ‘Ubaidah, Qatadah, al-Hasan al-Bashriy, Sa’id bin Jabiir, Ibrahim al-Nakha’iy, ‘Atha’ al-Khuraasaniy, dan lain-lain, berpendapat bahwa jilbab itu kedudukannya sama dengan (al-izaar) sarung pada saat ini. Al-Jauhariy berkata, “al-Jilbaab; al-Milhafah (baju kurung).”[16] 

Imam Syaukani, dalam Tafsir Fathu al-Qadiir, mengatakan; “Al-jilbaab wa huwa al-tsaub al-akbar min al-khimaar (pakaian yang lebih besar dibandingkan kerudung). Al-Jauhari berkata, “al-Jilbaab; al-milhafah (baju kurung). Ada yang menyatakan al-qanaa’ (kerudung), ada pula yang menyatakan tsaub yasturu jamii’ al-badan al-mar`ah.”[17] 

Al-Hafidz al-Suyuthiy dalam Tafsir Jalalain berkata; ” Jilbaab adalah al-mulaa`ah (kain panjang yang tak berjahit) yang digunakan selimut oleh wanita, yakni, sebagiannya diulurkan di atas wajahnya, jika seorang wanita hendak keluar untuk suatu keperluan, hingga tinggal satu mata saja yang tampak”[18]

 




Ancaman Bagi Orang yang Membuka Auratnya 

Imam Muslim menuturkan sebuah riwayat, bahwasanya Rasulullah saw bersabda;

 صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

 “Ada dua golongan manusia yang menjadi penghuni neraka, yang sebelumnya aku tidak pernah melihatnya; yakni, sekelompok orang yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk menyakiti umat manusia; dan wanita yang membuka auratnya dan berpakaian tipis merangsang berlenggak-lenggok dan berlagak, kepalanya digelung seperti punuk onta. Mereka tidak akan dapat masuk surga dan mencium baunya. Padahal, bau surga dapat tercium dari jarak sekian-sekian.”[HR. Imam Muslim]

 Di dalam Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawiy berkata, “Hadits ini termasuk salah satu mukjizat kenabian. Sungguh, akan muncul kedua golongan itu. Hadits ini bertutur tentang celaan kepada dua golongan tersebut. Sebagian ‘ulama berpendapat, bahwa maksud dari hadits ini adalah wanita-wanita yang ingkar terhadap nikmat, dan tidak pernah bersyukur atas karunia Allah.Sedangkan ulama lain berpendapat, bahwa mereka adalah wanita-wanita yang menutup sebagian tubuhnya, dan menyingkap sebagian tubuhnya yang lain, untuk menampakkan kecantikannya atau karena tujuan yang lain. Sebagian ulama lain berpendapat, mereka adalah wanita yang mengenakan pakaian tipis yang menampakkan warna kulitnya (transparan)…

Kepala mereka digelung dengan kain kerudung, sorban, atau yang lainnya, hingga tampak besar seperti punuk onta.” Imam Ahmad juga meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah dengan redaksi berbeda.

 صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَا أَرَاهُمَا بَعْدُ نِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلَاتٌ مُمِيلَاتٌ عَلَى رُءُوسِهِنَّ مِثْلُ أَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَرَيْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَرِجَالٌ مَعَهُمْ أَسْوَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ

“Ada dua golongan penghuni neraka, yang aku tidak pernah melihat keduanya sebelumnya. Wanita-wanita yang telanjang, berpakaian tipis, dan berlenggak-lenggok, dan kepalanya digelung seperti punuk onta. Mereka tidak akan masuk surga, dan mencium baunya. Dan laki-laki yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk menyakiti umat manusia “[HR. Imam Ahmad]

Hadits-hadits di atas merupakan ancaman yang sangat keras bagi wanita yang menampakkan sebagian atau keseluruhan auratnya, berbusana tipis, dan berlenggak-lenggok.

Kesimpulan

Syariat Islam telah mewajibkan wanita untuk menutup anggota tubuhnya yang termasuk aurat. Seorang wanita diharamkan menampakkan auratnya di kehidupan umum, di hadapan laki-laki non mahram, atau ketika ia melaksanakan ibadah-ibadah tertentu yang mensyaratkan adanya satru al-’aurat (menutup aurat).

Aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan. Seseorang baru disebut menutup aurat, jika warna kulit tubuhnya tidak lagi tampak dari luar. Dengan kata lain, penutup yang digunakan untuk menutup aurat tidak boleh transparan hingga warna kulitnya masih tampak; akan tetapi harus mampu menutup warna kulit.

Ancaman bagi yang tidak menurut aurat adalah tidak mencium bau surga alias neraka, karena tidak amanah, tidak tunduk kepada aturan sang Kholik.[Arief Adiningrat]


[1] Abu Ishaq, al-Mubadda’, juz 1/360-363. Diskusi masalah ini sangatlah panjang. Menurut Ibnu Hubairah dan Imam Ahmad, dalam satu riwayat; aurat wanita adalah seluruh tubuh, kecuali wajah dan kedua telapak tangannya. Sedangkan dalam riwayat lain Imam Ahmad menyatakan, bahwa seluruh badan wanita adalah aurat.[Ibnu Hubairah, al-Ifshaah ‘an Ma’aaniy al-Shihaah, juz 1/86
[2]Abu al-Husain, al-Hidaayah Syarh al-Bidaayah, juz 1/43
[3] al-Kaasaaniy, Badaai’ al-Shanaai’, juz 5/123
[4] Imam al-Nasafiy, tafsir al-Nasaafiy, juz 3/143. Dalam kitab Ruuh al-Ma’aaniy, juz 18/140, dituturkan, “Diungkapkan dengan perkataan “al-ziinah” (perhiasan), bukan “anggota tubuh tempat menaruh perhiasan”, ditujukan untuk memberikan kesan penyangatan dalam hal perintah untuk menutup aurat..Sedangkan yang boleh ditampakkan adalah muka dan kedua telapak tangan.. Imam Ibnu Katsir, dalam Tafsir Ibnu Katsir, juz 3/285, menyatakan; menurut jumhur ulama tafsir, “illa ma dzahara minhaa” diartikan muka dan kedua telapak tangan.
[5] Imam Ibnu Mandzur, Lisaan al-’Arab, juz 4/257
[6] Imam Ali al-Shabuniy, Shafwaat al-Tafaasir, juz 2/336
[7] al-Tibyaan fi Tafsiir Ghariib al-Quran, juz 1/311
[8] Ibnu al-’Arabiy, Ahkaam al-Quraan, jilid III/1369
[9] al-Hafidz Ibnu Hajar, Fath al-Baariy, juz 10/106
[10] Imam Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsiir, juz 3/285; lihat juga Imam Thabariy, Tafsir al-Thabariy, juz 18/120; Durr al-Mantsur, juz 6/182
[11] Imam Syaukaniy, Fath al-Qadiir, juz 4/23
[12] Ibnu Jauziy, Zaad al-Masiir, juz 6/32; Imam Nasafiy, Tafsir al-Nasaafiy, juz 3/143; Ruuh al-Ma’aaniy, juz 18/142
[13] Imam Ibnu Mandzur, Lisaan al-’Arab, juz 1/272
[14] Imam Zamakhsyariy, Tafsir al-Kasysyaf, juz
[15] Imam Qurthubiy, Tafsir al-Qurthubiy, juz 14/243
[16] Imam Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, juz 3/519
[17] Imam Syaukaniy, Fath al-Qadiir, juz 4/304
[18] Imam al-Suyuthiy, Tafsir Jalalain, juz 1/560

Sumber : http://hizbut-tahrir.or.id serta http://shalahuddinfatih.blogspot.com
Sumber Gambar : Google

Agustus 19, 2014 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

22 ALASAN GAK MAU BERJILBAB.

Iseng2 ngaskus dapet artikel yah bisa di bilang lumayan bagus …
coba cekidot yah :

owh iya sumbernya di sini nih : sumber

22 ALASAN GAK MAU BERJILBAB. 

berdasarkan kata2 ini

1

ane mau share 22 alasan kenapa cwek gak mau berjilbab

cekidot:

2

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

17

18

19

20

21

22

23

 

CONTOH BERHIJAB SESUAI SYARIAT ISLAM:

24

 

Agustus 19, 2014 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Pengambilan bukti tilang di Kejaksaaan

saat akhir april lalu saya kena tilang, gak tanggung2 kena pasal nerobos jalur busway dengan denda maksimal Rp. 500.000,- , kemudian dikasih lah slip warna biru yang mengharuskan saya menghadiri sidang tilang tanggal 23 mei lalu…

kemudian saya di saranin sama temen dari pada bayar denda maksimal mending ambil di kejaksaan aja, ya diikutin lah saran tersebut…

pada hari ini 11-06-2014 datang lah saya ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, setelah menyerahkan surat tilang ke loket 1 dikasihlah no antri,gak lama dipanggillah nomor saya tapi karena itu slip biru saya di haruskan menyetor sendiri ke BRI Otista dengan nilai Rp. 300.000,- nilai yang yah lumayan besar cuma daripada harus bayar 500rb ya sudah lah….

kemudian saya ke BRI Otista dan setor uang untuk biaya tilang 300rb, setelah mendapatkan slip terima pembayaran saya kembali lagi ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Alhamdulillah nya situasi lagi sepi ketila ngasih surat tilang duduk sebentar langsung dipanggi , dan langsung di kasihlah bukti tilang…
dalam hati sih “lha katanya ada denda keterlambatan yang nilainya 20rb-30rb tapi berhubung stnk sudah di tangan ya langsung jalan aja ….

Saya sih mengucapkan terimakasih aja kepada bpk/Ibu petugas atas cepetnya proses dan gak ada calo…
saya sih udah ngebayangin aja kejaksaan sama ama pengadilan , ketika masuk gerbang ada calo skaligus tukang parkir, klo gak mau pake jasa calo motor langsung di tendang dan gak boleh masuk parkir pengadilan (pengalaman nganter temen ke pengadilan jakarta timur waktu masih di pulo mas)

Juni 11, 2014 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Sulitnya Ikhlas

ku akui aku memang cemburu
setiap kali kudengar namanya kau sebut
tapi ku tak pernah bisa
melakukan apa yang seharusnya kulakukan
karena memang kau bukan milikku

ku akui aku merindukanmu
meski ternyata tak pernah kau merindukanku
tapi ku tak pernah bisa
melakukan apa yang seharusnya kuinginkan
karena memang kau bukan milikku

reff: sesungguhnya ku tak rela
jika kau tetap bersama dirinya
hempaskan cinta yang kuberi

semampunya ku mencoba
tetap setia menjaga segalanya
demi cinta yang tak pernah berakhir

ku akui aku merindukanmu
meski ternyata tak pernah kau merindukanku
tapi ku tak pernah bisa
melakukan apa yang seharusnya kuinginkan
karena memang kau bukan milikku

repeat reff

kejujuran hati yang tak mungkin dapat ku pungkiri
keinginanku untuk kau tau isi hatiku
demi cinta yang tak pernah berakhir

Read more: Kerispatih – Kejujuran Hati Lyrics | MetroLyrics

Dari pagi kerja dengerinya kerispatih mulu, khususnya yang kejujuran hati..
yah entah gimana rasanya gw banget nih lirik…
tapi klo kata ibunya Syamsul dalam Film Dalam Mihrab Cinta
“klo sayang itu harus ikhlas”
mungkin mudah untuk di ucapkan, tapi ….
sudahlah tidak perlu dilanjutkan karena bagi saya taraf ikhlas akan 100% jika kita melupakannya.
ikhlas juga bukan hanya untuk hari ini saja , tapi untuk kelanjutannya diperlukan usaha yang tidak mudah.
juga harus banyak berdoa kepada Allah SWT untuk memberikan pengganti yang terbaik…

tapi bener juga kita tidak boleh terlarut2 dalam kesedihan, kita juga harus tetap hidup…
karena masih banyak hal yang harus kita gapai..
jangan stuck di jalan yang sama, harus mencoba jalan yang lain
dan  juga kata2 yang dapat saya kutip dari film Dalam Mihrab Cinta adalah
“Saya harus nekat, nekat dalam hal kebaikan”
yah mungkin dengan menerima pekerjaan diluar kota buat saya adalah kenekatan
tapi jika ini adalah yang terbaik buat diri ini maka tidak adakan ada penyesalan…

Februari 7, 2014 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Tips menjadi orang Sukses

MISKIN ITU DOSA/POOR  IS SIN Ayo Bekerja Lebih Giat

Bekerja dimana saja dan Apapun profesinya adalah sebuah tantangan tersendiri untuk mengubah nasib sekaligus menimba pengalaman terbaru yang  mungkin tidak dialami oleh siapapun.berikut ini beberapa tips dari Johan yan.founder dan Director Of Toral Quality Master of Corpoorate Motivator

Hal pertama yang harus dijadikan pegangan untuk meraih kesuksesan menurut Johan yan adalah miskin itu dosa(poor is sin).Mengapa?karena dalam kondisi miskin,seseorang akan merasa terbatas,bahkan bisa membuat seseorang berbuat dosa untuk mengejar harta dengan cara yang tidak sesuai dengan ajaran Agama seperti mencuri,mermpok,korupsi dan sejenisnya.

Selain itu,dalam kondisi miskin seseorang sulit untuk membantu orang lain dalam Finansial,maupun keterbatasan-keterbatasan lainnya yang sulit untuk menjadi berkat.kita bisa berniat membuka peluang usaha atau bekerja halal lainnya,karena sebuah langkah besar telah diraih untuk merubah nasib sekaligus ekonomi.

Jurus-Jurus sukses dalam bekerja:

sukses

man-success-sign

 

  • Jangan pernah mengejar uang,namun biarlah uang mengejar kita.Seseorang bekerja bukan hanya karena berfokus pada uang semata,namun ketika siapapun bekerja dengan baik,kondisi keuangan tentunnya juga akan semakin baik sehingga bagian dari konsekuensi pekerjaan.
  • Bekerja adalah Ibadah,buatlah hidup menjadi mulia.dimana saja,Tuhan akan selalu mengawasi anda.Apapun profesi anda,jangan pernah memandang rendah.karena pekerjaan yang anda lakukan adalah sesuatu yang mulia bagi keluarga dan tentunya diri kita sendiri.jadi,anggaplah bekerja itu ibadah ,Tuhan ada dimana-mana,bukan hanya ditempat ibadah.bila anda tidak diawasi atasan/bos bukan berarti anda bekerja semaunya,termasuk melakukan hal yang merugikan seperti mencuri,merusak barang lainnya.Ingat,Tuhan akan selalu mengawasi kita.
  • Memberi nilai tambah pada suatu pekerjaan.Ketika seseorang bekerja dengan baik,maka sudah hal mutlak bila akan memperoleh penghargaan dari atasan.Atasn tentu saja tidak akan rugi memberi Bonus kepada anda.
  • Beri ciri khas sendiri pada suatu pekerjaan Anda.anda memberi ciri khas pada pekerjaan yang dilakuakan.misalnya dengan keahlian yang anda miliki.
  • Lakukan hal kecil sebelum memulai hal yang besar,lakukan dengan penuh tanggung jawab.Saat bekerja dimanapun tempatnya,siapapun menginginkan hal yang besar.misal membeli rumah mewah,mobil mewah,menyekolahkan anak dan menyukupi semua kebutuhan keluarga.Hal tersebut diatas tentu saja mustahil dilakukan bila Anda tidak memulainya dengan hal yang kecil.misal bangun pagi dan memulai pekerjaan dengan semangat.sehingga atasan akan senang,tentu saja bonus atau naik jabatan telah menunggu anda.
  • Menyerahkan semua kepada Tuhan.sekali lagi,manusia hanya bisa berusaha dan hanya Tuhan yang menentukan langkah keberhasilan Anda.jangan lupa dalam bekerja apapun profesinya,apapun agama yang dianutnya,berdoa agar selalu mendapat berkah saat bekerja.
  • Semangat dan pantang menyerah

SELAMAT MENCOBA

April 3, 2012 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

[INFOGRAPHIC] Perbedaan Maling, Copet, Rampok, & Jambret

Sepertinya, hidup dimanapun juga, kita gak akan pernah bisa lepas dari yang namanya penjahat. Sepertinya udah sifat dasar manusia untuk bisa jadi jahat, apalagi kalo lagi kepepet. Nah, yang namanya penjahat ini kan ada macem-macem. Yang paling umum tentu saja adalah maling, copet, rampok, dan jambret. Loh emang beda? Ya beda lah. Makanya baca infografis di bawah ini dong.

Nah, itu dia bedanya. Jadi sekarang kamu punya bahan yang solid kalo kamu mau berdebat sama teman-teman kamu. Oh iya, sama selalu waspada ya. Kalo kata bang napi, kejahatan terjadi bukan hanya karena niat pelaku, tapi karena ada kesempatan. WASPADALAAAH!!!

Sumber: http://malesbanget.com/2011/10/infographic-perbedaan-maling-copet-rampok-jambret/#ixzz1bCcSSlrJ
Copyright Malesbanget.com 2011

Oktober 19, 2011 Posted by | Coretan Iseng-Iseng, Malas Banget Dot COm, Uncategorized | Tinggalkan komentar

“Fadilah wanita”

“Fadilah wanita” :

1. doa seorang isteri yang taat memiliki kekuatan 70 wali

2. isteri yang membuatkan minum suami tanpa diminta, pahalanya 3 x khatam Al Qur’an.

3. Masakan isteri yang dilakukan secara sunah dan dimakan suami beserta keluarga pahalanya semua untuk isteri dan do’a suami yang memakan masakannya menjadi do’a yang diijabah.

4. isteri yang membangunkan suami untuk shalat atau menyuruh shalat berjamaah di masjid pahalanya 27+1

5. Isteri yang kelelahan bangun malam karena anaknya minta susu sama dengan pahala 70 x haji mabrur

6. Seorang ibu yang menyusui setiap tetes susunya senilai 200 8 shalat khusu wal khudu dan doanya di ijabah’ (fadilah wanita)

7. burung di udara dan malaikat dilangit akan selalu memintakan ampunan kepada Allah selama. Isteri dalam keridhaan suami”,

8. “bila seorang suami pulang dengan gelisah dan isteri menghiburnya maka isteri mendapatkan 10 pahala jihad”,

9. “bila seorang wanita hamil shalatnya dua rekaat adalah lebih baik dari 80 rakaat shalat wanita yang tidak hamil”,

10. “bila seorang wanita hamil akan mendapatkan pahala 70 tahun shalat nafil dan 70 tahun puasa”

11. “wanita yang mencuci pakaian suami dan anak-anaknya akan mendapat 1000 kebaikan dan akan diampuni kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari matahari memintakan ampun baginya dan Allah SWT mengangkat derajatnya 1000 tingkat”.

12. “Wanita yang menyusui anaknya, maka setiap tetesan air susu tersebut akan mendapatkan 1 pahala dan apabila cukup 2 tahun menyusui maka malaikat dilangit akan mengabarkan berita bahwa SURGA WAJIB BAGINYA”.

13. Apabila sorang wanita kedatangan haid maka haidnya akan menghapus dosa2nya

14. apabila ia membaca pada hari pertama “Alhamdulilahi ala kullu halin wa astagfirullaha min kulli zambi” maka ALLAH akan membebaskannya dari jahanam, shirat & adzab.

15. Setiap hari haidnya ALLAH tinggikan dia dengan pahala 40 orang mati syahid apabila ia berdzikir.

‎Subhanallah betapa Allah cinta kepada kaum wanita… Amiiiin.

Salam,

Oktober 19, 2011 Posted by | Coretan Iseng-Iseng, Uncategorized | Tinggalkan komentar